Diduga kisah asmara seorang laki laki dan perempuan berujung kematian

Publikasinusantara.com| Empat Lawang-sumatera selatan. Telah terjadi pembunuhan di kecamatan pasar Pendopo Lintang, seorang wanita paru baya na,as tewas terbunuh oleh seorang pria asal kelurahan Pendopo yang kini sudah menyerahkan diri ke kepolisian Resort empat lawang , Jumat 21 Maret 2024.

Perempuan paru baya ini mempunyai satu anak perempuan dan asli kedua orang tuanya dari desa Sukadana kecamatan muara pinang yang selama ini tinggal di Bengkulu Utara kedua orang tuanya sudah almarhum

Dan dalam beberapa bulan ini ngotrak di wilayah kecamatan pendopo untuk mencari Rizki untuk kehidupan dalam keluarganya ,selain ini perempuan tersebut kenala dengan seorang lelaki duda dari pasar pendopo sehingga menjalin hubungan asmara.

kejadian antara korban dengan pelaku, sempat Cekcok adu mulut karena cemburu sebelum tejadi tewasnya wanita dewasa di kontrakannya yang terletak di kecamatan Pendopo lintang.

Ada pun motif kejadian karena cemburu cemburu , sehingga pelaku menjadi gelap mata hinga tewas kan seorang wanita dewasa tersebut di kontrakannya dengan beberapa luka tusuk senjata tajam sejenis rambai ayam si perempuan janda anak satu ini sehingga tewas .

Dengan kelengkapan data kami dari pihak jurnalis masih terus mengalir informasi lebih lanjut, sementara pihak aparat keamanan sektor kepolisian pendopo saat ini di konfirmasi hal tersebut di duga karena cemburu berdasarkan informasi yang di dapat dari masyarakat janda dan duda ini punya hubungan kasmaran, di karena kan pendopo beserta angota masih suasana mencekam . Tim keamanan Polsek pendopo tetap siaga

Berkisar jam 10:00 masa dari korban ada beberapa mobil dan motor ngamuk ke rumah pelaku I Y di area pasar pendopo sehingga merusak rumah pelaku hingga rusak parah di karenakan emosi para keluarga korban dan saat itu di kira pelaku belum menyerahkan diri

Amuk Masa dapat di redamkan saat itu di yakinkan oleh keamanan dari Polsek pendopo bahwa pelaku Sudan menyerahkan diri ke polres empatblawang ,setelah mendengar kabar tersebut masa mulai membubarkan di pulang ke desa sukadana

Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *