Maju di Dapil Sumsel I, Bunda Omi Berjuang untuk Perempuan dan Anak

 

 

Publikasinusantara.com  l Palembang.  “Tiba- tiba nyaleg ! Nyaleg tiba- tiba” jelang Pemilu tahun 2024 mendatang kalimat ini sering kita baca di media sosial maupun tulisan di baju- baju kaos milik masyarakat Indonesia, termasuk warga Sumatera Selatan.

Mungkin kalimat ini ada benarnya, tapi tidak untuk Ir Romiana Hidayati Sumadi.
Wanita berdarah Jawa kelahiran Sumatera (Puja Suma) 56 tahun lalu ini terjun ke dunia politik bukan secara tiba- tiba. Ia terlahir dari keluarga aktivis organisasi, sang ayah Sumadi adalah Mantan Kepala Kantor Penerangan pertama di Sumatera Selatan sementara ibunya bernama Kusmiati merupakan anggota legeslatif perempuan pertama di Sumsel tahun 1956 silam.

 

Faktor inilah yang menumbuhkan benih jiwa politikus pada diri wanita yang kerap disapa Bunda Omi ini.
Dalam dialog dan silaturahmi dengan para Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemerhari Jurnalis Siber (PJS) Sumatera Selatan yang dihadiri juga oleh sejumlah organisasi seperti HMI, HMV, IKADIN dan Organisasi Kedaerahan yang ada di Sumetera Selatan beberapa waktu lalu, wanita anggun pendiri organisasi Bunda Merah Putih Palembang ini bercerita jika proses beliau untuk terjun ke dunia politik ini sudah lama.

 

Karena kesibukan beliau mengurus bisnis dan organisasi jadi urusan berpolitik agak tertunda. Namun diakuinya, dari organisasi yang dia bentuk menumbuhkan keingian kuat untuk terjun ke dunia politik saat ini.
“Permasalahan yang saya hadapi dan perjuangkan ini memang ada di Kota Palembang. Kebetulan saya bergerak di bidang kemasyarakatan, pemperdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui komunitas Bunda Merah Putih,” ujar Bakal Calon Legeslatif (Bacaleg) dari PDI-P Dapil I Sumatera Selatan ini.

Pemilik wedding organizer ini mengaku jika ketertarikannya beroganisasi terinspirasi dari kakak kandungnya Budi Karya Sumadi yang merupakan Menteri Perhubungan RI saat ini. Ia merasa tertantang dan malu karena dengan kesibukan sang kakak sebagai pelayan negara, masih sempat berorganisasi dan melakukan kegiatan sosial.

“Saya merasa kecil, dan sok sibuk padahal kakak saya lebih sibuk, tapi masih sempat melakukan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi orang banyak. Dari situ saya berfikir keras kegiatan apa yang harus saya buat untuk kepentingan orang banyak,” ungkapnya.
Dari sinilah timbul idenya membentuk komunitas Bunda Merah Putih. Komunitas ini beranggotakan ibu- ibu dari berbagai profesi, mulai dari tukang gojek, pedagang kaki lima sampai sosialita yang ada di Kota Palembang.

“Tujuan komunitas ini untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Yang di dalam komunitas ini ibu berdaya dan bahagia. Jadi di anggota ini ibu-ibu nya berdaya dulu baru keluar untuk memberikan perlindungan pada anak. Kami lebih kepembinaan ke dalam. Nah untuk itu kita harus banyak belajar, jadi kita lebih kepembinaannya dan edukasi,” jelasnya.
Lebih jauh Bunda Omi menjelaskan, setiap pertemuan ada edukasi yang disampaikan seperti edukasi bijak dalam bersosmed.

“Menjelang tahun2024 memang tahun politik, ibu- ibu lebih cepat bereaksi. Jangan sampai tahun politik kita kehilangan teman, sodara dan lainnya,” tegas ibu dari tiga orang anak yang mengaku tidak bisa berdiam diri dalam segala hal apalagi yang menyangkut kegiatan sosial.
Selain konsen dengan pemperdayaan perempuan komunitas tersebut, dirinya juga peduli terhadap penanganan Stunting (gizi buruk). Terkait hal ini, menurut Bunda Omi kurangnya peran pemerintah dan penanganan yang selalu tak tepat sasaran menjadi salah satu faktor masih banyaknya kasus gizi buruk di Palembang.

“Kurang sih (perhatian pemerintah, red) kalau memang tepat sasaran itu tidak perlu donatur lagi, sudah jalan. Kalau memang dana yang ada itu terserapkan khusus untuk stanting , itu tak perlu lagi Puskesmas cari donatur lagi. Itu yang saya hadapi saat ini,” tegasnya.
Ia mengakui, memang belum banyak Puskesmas yang bisa mereka tangani karena komunitasnya masih kecil dan hanya mengandalkan uang saku ibu-ibu, para anggotanya.

“Tapi alhamdulilah kami ihklas membantu bunda pos stanting yang ada di Puskesmas. Pokoknya semampu kami dulu lah. Makanya saya ingin masuk ke legeslatif supaya apa yang saya perjuangkan sekarang ini bisa lebih tepat sasaranlah,” ujarnya lagi.
Dikatahui Dapil 1 Sumatera Selatan yang menjadi daerah pemilihan Ir Romiana Hidayati Sumadi atau Bunda Omi meliputi 9 kecamatan yakni, Gandus, Ilir Barat I, Ilir Barat II, Kertapati, Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, Jakabaring dan Plaju.*(pjs)

Red.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *