Puluhan Warga 5 Desa Tambunan Bersama Kades Sampaikan Aspirasi Ke Kantor Cabdis Pendidikan Wilayah VIII Provinsi Sumut, Ini Keluhannya

 

publikasinusantara.comTOBA – Puluhan Warga 5 desa Tambunan yaitu Desa Lumban Pea, Desa Baruara, Desa Lumban Gaol, Desa Lumban Pea Timur dan Desa Tambunan Sunge bersama Kepala Desa mendatangi Kantor Cabang Dinas Pendidikan wilayah VIII Provinsi Sumatera Utara untuk menyampaikan aspirasi sulitnya anak mereka di daerah itu diterima masuk di SMA Negeri

Keluhan puluhan warga ini disampaikan langsung dihalaman Kantor Cabang Dinas (Cabdis) Pendidikan Wilayah XIII Dinas Pendidikan Provinsi Sumut di Soposurung Balige, Kamis (22/2/2024).

Setiba di sana, Puluhan warga dari 5 Desa tersebut langsung di sambut hangat oleh Kepala Kantor Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan wilayah VIII Provinsi Sumatera Utara Jhon Suhartono Purba didampingi sejumlah Staf diantaranya Kepala Seksi SMK Samron Simanjuntak.

Kepala Desa Lumban Gaol Edward Tambunan mengungkapkan bahwa kehadiran para kepala desa mendampingi warga, sebagai wujud keseriusan pemerintah desa dalam memperjuangkan pemerataan pendidikan.

Edward mengungkapkan aksi ini dipicu oleh pemberlakuan Permendikbud RI No 1 tahun 2021 tentang Penerimaan Pendaftaran Didik Baru (PPDB) yang salah satunya menerapkan jalur zonasi.

Anak-anak kami sungguh sulit masuk menjadi siswa SMA Negeri. Sebab jalur zonasi tersebut tidak mencakup wilayah desa kami, cetus Edward. Akibatnya, kami merasa terdiskriminasi dan terzolimi sebab wilayah desa kami tidak masuk zonasi.

Oleh karenanya kami memohon regulasi ini ditinjau kembali dan berharap adanya kebijakan dari pemerintah untuk meninjau kembali regulasi tersebut. Sehingga warga kami dapat mengecap pendidikan yang merata untuk mencerdaskan anak-anak dalam mempersiapkan SDM yang unggul.

Ia mengungkapkan, sebelumnya keluhan ini sudah disampaikan secara tertulis ke Cabdis, namun hingga saat ini pemerintah belum meresponsnya.

Melalui kehadiran kami bersama warga saat ini, kami berharap pemerintah tanggap dan respon menyikapinya, terang Edward Tambunan

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Lumban Pea Timur Faber Tambunan. Dia berharap melalui aksi hari ini, kerinduan orangtua, anak didik dan masyarakat khususnya di daerah yang tidak tercover jalur zonasi di Toba mendapat perhatian serius dari pemerintah, ujar Faber yang juga Wakil Ketua DPD APDESI Sumut ini.

Melalui APDESI, kami juga akan berkordinasi dalam mewujudkan pemerataan pendidikan di Sumut, ucapnya.

Sementara itu, Kacabdis Pendidikan Wilayah XIII Jhon Suhartono Purba menanggapi keluhan puluhan warga yang datang ke kantornya menjelaskan bahwa sebelumnya pihaknya sudah menyampaikan keluhan warga kepada Dinas Pendidikan Sumut, namun belum mendapatkan arahan dan petunjuk.

Kehadiran bapak dan ibu hari ini juga akan kami sampaikan ke pimpinan, mudah-mudahan kami diberikan atensi dan petunjuk terkait hal ini, ucap Jhon

Pihaknya selalu intens melakukan komunikasi dengan pimpinan dalam upaya meningkatkan pendidikan di Toba, pungkas Jhon Suhartono usai menguraikan juknis Permendikbud RI No 1 tahun 2021 tentang Penerimaan Pendaftaran Didik Baru (PPDB) yang menerapkan sistem jalur zonasi dan afirmasi dalam rekruitmen siswa baru SMA Negeri.

Aksi massa ini berjalan tertib dan aman dengan di kawal dari Pihak Kepolisian dari Polres Toba.

Usai mendengar penjelasan dari pihak Cabdis wilayah VIII Provinsi Sumatera Utara, puluhan warga 5 Desa Tambunan langsung membubarkan diri.

Tampak hadir Kapolsek Balige Iptu Slamat Pasaribu bersama personil dan TNI setempat memonitoring berlangsungnya penyampaian aspirasi massa tersebut. ( DNM )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *