Rangka HUT Ke-25 Kota Depok, DPRD Gelar Paripurna Istimewa

Publikasi Nusantara | Depok – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Jadi ke-25 Kota Depok, Jumat (26/04/24).

Rapat Paripurna Istimewa tersebut langsung dipimpin Ketua DPRD Kota Depok, TM. Yusufsyah Putra dihadiri Wali Kota Depok, Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono serta anggota Dewan dan undangan yang hadir secara langsung.

Bacaan Lainnya

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Depok merupakan rangkaian dalam acara memperingati Hari Jadi Kota Depok yang telah berusia 25 tahun pada tahun 2024.

Dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Paripurna, Ketua DPRD Kota Depok Ir. H. Teuku Muhammad Yusufsyah Putra mengucapkan Selamat Hari Jadi ke-25 Kota Depok dan mengapresiasi warga Kota Depok yang telah berkontribusi dan mengharumkan nama Kota Depok dalam berbagai bidang baik tingkat Provinsi, Nasional, maupun regional internasional pada tahun 2024.

Dihari Jadi Kota Depok yang ke-25 , Ketua DPRD TM. Yusufsyah Putra berharap semoga Pemerintah dan masyarakat Kota Depok semakin berelaborasi dalam keberagaman suku berpadu untuk Depok yang lebih maju.

” Peringatan hari jadi Kota Depok merupakan momentum terbaik bagi kita semua untuk berkontemplasi dan bermetamorfosa untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kota yang kita cintai ini,” ucap TM. Yusufsyah Putra, Jumat (26/4/24).

Sementara itu Walikota Depok, KH. Mohammad Idris juga menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada seluruh anggota DPRD Kota Depok yang selama ini telah membuktikan sinergitas dan kolaborasinya dengan Pemkot Depok dalam melayani masyarakat semoga manfaatnya dirasakan seluruh warga Depok.

Walikota Depok berharap semoga tahun ini bukan sekedar Kota yang berlatar belakang status tetapi juga menjadi medan yang dinamis tempat identitas nilai dan norma bersatu padu dan berinteraksi.

Tema hari jadi Kota Depok ke-25 tahun ini : Harmoni untuk negeri, sejatinya tema tersebut mempresentasikan sinergi dari segenap unsur pembangunan daerah untuk bersama-sama menyatukan rasa karya dalam mewujudkan tujuan-tujuan ideal Kota Depok, sebuah filosofi tema yang mengedepankan keselarasan dalam bingkai keberagaman menghadirkan ruang-ruang pilihan untuk setiap anak bangsa agar berpartisipasi dalam pembangunan daerah yang akan juga bermuara pada goresan pemanfaatan bagi negeri tercinta Indonesia, papar M. Idris.

M. Idris juga membeberkan penghargaan yang diraih Kota Depok, antara lain, 1. inovasi pendanaan pembangunan kompetitif IP2K dari Prov. Jabar TA 2024 dengan kategori terbaik, 2. Penghargaan Anugerah Best Improvement reformasi birokrasi, 5 terbaik tingkat Jabar, yang sebelumnya indeksnya 64,78 selanjutnya tahun ini meningkat menjadi 82,14 predikat memuaskan, 3. Pemkot Depok berhasil mendapatkan sertifikat kab/ kota bebas Frambusia yang diberikan oleh Kemenkes RI, 4. Penghargaan Top BUMD diberikan kepada PT. Tirta Asasta Kota Depok, Penghargaan kategori Top Pembina BUMD yang diberikan majalah Bisnis kepada Walikota Depok, 5. Juara 1 Penghargaan Pembangunan daerah tingkat Provinsi Jawa barat tahun 2024.

Turut hadir Wakil Walikota Depok Imam Budi Hartono, Sekda Supian Suri, Forkopimda dan anggota DPR RI Nuroji serta tamu undangan lainnya.

Dalam sidang tersebut turut juga dibacakan sejarah singkat Kota Depok oleh Guru Berprestasi asal SMPN 7 Kota Depok, Irma Karmila.

Kota Depok berawal dari sebuah Kecamatan yang berada di lingkungan Kawedanan (Pembantu Bupati) wilayah Parung, Kabupaten Bogor. Pada tahun 1976 perumahan mulai dibangun baik oleh Perum Perumnas maupun pengembang yang kemudian diikuti dengan dibangunnya kampus Universitas Indonesia (UI).

Pembentukan Kota Administratif Depok dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Amir Machmud sekaligus melantik Wali Kota Administratif yang pertama, yaitu Mochammad Rukasah Suradimadja oleh Gubernur Jawa Barat, Aang Kunaefi.

Di awal tahun 1999, Kota Administratif Depok dimekarkan dan seluruh desa berganti status menjadi Kelurahan. Hasil pemekaran wilayah tersebut terdiri dari tiga Kecamatan dan 17 Desa.

Selama kurun waktu 17 tahun Kota Administratif Depok berkembang pesat baik di bidang Pemerintahan, Pembangunan, dan Kemasyarakatan. Yang khususnya di bidang Pemerintahan Kota (Pemkot) Depok berkembang menjadi tiga wilayah Kecamatan terdiri dari 23 Kelurahan.

Peresmian pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dilakukan pada tanggal 27 April 1999 bersamaan dengan Pelantikan Pejabat Wali Kotamadya Kepala Daerah Tingkat II Depok saat itu, Drs. H. Badrul Kamal, yang menjabat sebagai Walikota Kota Administratif Depok.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 15 tahun 1999, wilayah Depok meliputi wilayah Administratif Depok terdiri dari tiga Kecamatan, ditambah sebagian wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Bogor

Depok selain merupakan Pusat Pemerintahan yang berbatasan langsung dengan Wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta juga merupakan wilayah penyangga Ibu Kota Negara, yang diarahkan untuk kota pemukiman, kota pendidikan.

Selain itu juga, untuk pusat pelayanan perdagangan dan jasa, kota pariwisata dan sebagai kota resapan air. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *