EMPAT LAWANG – ,
Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, diresmikan pada 20 April 2007 sebagai pemekaran dari Kabupaten Lahat. Nama “Empat Lawang” berasal dari kata Empat Lawangan yang bermakna empat pendekar atau pahlawan yang konon memimpin daerah tersebut pada masa lalu.
Sejarah Administratif: Pada masa penjajahan Belanda (1870-1900), Tebing Tinggi merupakan onderafdeeling (wilayah administratif) strategis, yang kemudian diubah menjadi kewedanaan saat Jepang masuk.
Pemekaran: Resmi berdiri sebagai kabupaten sendiri pada 20 April 2007 berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2007.
Peninggalan Sejarah: Terdapat situs purbakala berupa Tujuh Batu Megalit dan Dolmen (meja batu) yang ditemukan di Kecamatan Pendopo dan Muara Pinang.
Julukan: Dikenal dengan sebutan Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.
Nuansa khidmat dan penuh semangat mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan yang digelar di Gedung Serba Guna Pemerintah Kabupaten Empat Lawang pada pukul 14.00 WIB itu berlangsung tertib, damai, dan lancar.
Mengusung tema “Dengan Semangat Hari Jadi ke-19 Kabupaten Empat Lawang, Mari Kita Bersinergi Mewujudkan Empat Lawang Madani Jilid II melalui Pemerintahan Profesional, Ekonomi Mandiri, dan Pelayanan Berkualitas,” peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pembangunan daerah.
Bupati empat lawang Dr.,H.,Joncik Muhammad dan Wakil Bupati Empat Lawang Arifa’i pada acara HUT Ke-19 Tahun Kabupaten Empat Lawang dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, bersama jajaran pejabat daerah, Angota DPRD Provinsi , DPRD Empat Lawang, Bupati dan wakil bupati tetangga, OPD , Damdim 0405, Kejari Empat Lawang, Kapolres Empat Lawang, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Camat, Kepala Desa, Lurah, tokoh masyarakat, toko agama, kepalah sekolah, serta undangan lainnya.
Dalam suasana penuh kebersamaan, peringatan HUT ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga refleksi perjalanan Kabupaten Empat Lawang dalam membangun daerah yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing. Semangat sinergi yang digaungkan diharapkan mampu mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang profesional serta pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat










